Friday, January 24, 2014

Broken Strings



Let me hold you 
For the last time 
It's the last chance to feel again 
But you broke me 
Now I can't feel anything 

When I love you, 
It's so untrue 
I can't even convince myself 
When I'm speaking, 
It's the voice of someone else 

Oh it tears me up 
I try to hold on, but it hurts too much 
I try to forgive, but it's not enough to make it all okay 

You can't play on broken strings 
You can't feel anything that your heart don't want to feel 
I can't tell you something that ain't real 

Oh the truth hurts 
And lies worse 
How can I give anymore 
When I love you a little less than before 

Oh what are we doing 
We are turning into dust 
Playing house in the ruins of us 

Running back through the fire 
When there's nothing left to save 
It's like chasing the very last train when it's too late 

Oh it tears me up 
I try to hold on, but it hurts too much 
I try to forgive, but it's not enough to make it all okay 

You can't play on broken strings 
You can't feel anything that your heart don't want to feel 
I can't tell something that ain't real 

Well the truth hurts, 
And lies worse 
How can I give anymore 
When I love you a little less than before 

But we're running through the fire 
When there's nothing left to save 
It's like chasing the very last train 
When we both know it's too late (too late) 

You can't play on broken strings 
You can't feel anything that your heart don't want to feel 
I cant tell you something that ain't real 

Well truth hurts, 
And lies worse 
How can I give anymore 
When I love you a little less than before 

Let me hold you for the last time 
It's the last chance to feel again


thanks for all those lies, and "beautiful" memories :) I know the truth hurts, but the lies worse.

Friday, January 17, 2014

Satisfied?


Entah kenapa, gue suka banget sama Christoper di foto ini. Babak belur, terus natap orang di sekitarnya dengan tatapan kemenangan gitu. Seakan ngomong "Nih, udah gue tanganin, puas lo?" Ngingetin gue sama tes mandiri PTN tahun lalu, yang berhasil gue hadapin.

Wreck This Journal


I'm gonna make this one, soon

Guilty.

"Lo tuh sebenernya ngga salah. Lo salah apa coba? Kalo berarti sekarang dia nya diemin lo, yaudah, berarti dia penakut. Takut buat deketin lo. Tapi dari cerita lo, lo nya sih terlalu baik, terlalu respon. Sekarang, lo mikir, lo ngerasa bersalah, terus lo mikir lo salah apa. Setelah lo mikir, coba, hasilnya? Lo salah apa? Nggak salah apa-apa kan? Yaudah, ngga usah dipikirin, Lo cuma ngelakuin apa yang seharusnya lo lakuin."

Semenjak itu gue berhenti untuk menyalah-nyalahin diri sendiri.

Monday, January 13, 2014

Mobil di Pertigaan

Sebuah mobil melaju kencang. Awalnya hanya 20km/jam, ia melaju dengan perlahan dan hati-hati, penuh basa-basi. Takut akan menghadapi halang rintang dalam perjalanannya. Ia melaju dengan penuh keragu-raguan, dan takut-takut. Takut kiranya akan menabrak pohon di pinggir jalan, atau bahkan ditabrak mobil lain?

Setiap pagi, ia melewati sebuah pertigaan yang sama. Di pertigaan itu terdapat sebuah lampu lalu lintas, yang dengan kekuasaannya menghentikan kendaraan dengan lampu merah, atau mempersilahkan kendaraan melaju dengan lampu hijaunya.

Si mobil awalnya takut-takut melewati pertigaan ini. Akan tetapi, semua berubah semenjak si mobil melalui pertigaan setiap pagi. Percaya dirinya meningkat, ia mulai melaju dengan kecepatan penuh. Terkadang, terlalu cepat, sehingga terkadang ia menerobos lampu merah. Namun apa daya, lampu lalu lintas hanyalah ratu tanpa kaki, ia berkuasa, tapi tak bisa menyusul si mobil dan menghentikannya.

Hingga suatu hari, lampu lalu lintas memberikan lampu hijau setiap si mobil melaju. Namun ternyata apa yang terjadi? Si mobil hanya terdiam. Tidak berjalan. Padahal jelas sekali, lampu lalu lintas menunjukkan lampu hijau. Mempersilahkan mobil untuk melaju.

Kalo gini, siapa yang bego?

Saturday, January 4, 2014

Bumbu Pertemanan

Gue anak rantau yang tergolong tidak lemah karena gue belom pulang ke kampung halaman sama sekali sejak menginjakkan kaki di ranah rantau. Kebayang temen-temenlo udah hahahihi pelukpelukan sana sini sama temen2nya yang udah lama ga ketemu, sementara gue mengansos di kota rantau dengan kemirisan, nangis sambil liatin foto zaman SMA sambil melongo ke langit2 kamar biar kesannya dramatis dan berasa di shoot2 sama kamera, sambil bergumam

"Aku kangen kamu.." atau "Njir, kangen gua sama lu!"

Alkisah gue baru dapet kabar kalo salah satu temen gue ada yang dari Surabaya. Ya, gue dulunya deket sama dia. Sebut aja dia Plester (nggatau, tiba2 terbesit aja plester)
Nah si Plester ini abis dari Surabaya.

Di Kasir KFC

Diceritaken gw lagi cabut latian show off buat ketemu pujangga kita yang jauh2 dateng dari Jakarta, Anindita Chairina aka bolang. Terus gw yang notabene mau makan waktu itu, jalan ke arah tempat pengambilan saos dan jalan kearah wastafel yang ngelewatin kasir. Disinilah semua bermula.

Gw ngeliat yogi, temen sekampus yang lagi ngantri. Dia tampak polos (ngga juga sih, mukanya emang gitu terus) keberadaan dia disini berarti dia bolos latian show off juga. Gw samperin dia dengan serta merta dengan piring di tangan kiri dan tangan kanan yang nunjuk2 ngecengin "Ihhh nggak ikut latian yaaaaaaa!!!"

Tiba2 ibu2 depannya nengok. Itu mamanya.

Sontak gua salim ke nyokapnya dengan awkward
"Eh tante..."
"Eh iya, sendirian?"
"Nggak kok tante, sama temen SMA"
"Oh.. Ada latian apa mbak?"
"Err.. show off despro tante.."

Samar-samar dibalik punggung mamanya, Yogi cengarcengir sambil nunjuk2 gw.
"Ihhh nggak ikut latian yaaaaaaa!!!"
 

Template by BloggerCandy.com